Martin Castillo Paniagua memperkenalkan suatu aktivitas bersama dengan Ernesto Enkerlin, Presiden CONANP, pada saat upacara wisuda.

Mantan pengurus Rare Barbara Hernandez memasangkan pin pada wisudawan baru Paulina Saucedo Mora dari CONANP.

Sebagian dari barang-barang yang diproduksi oleh kedelapan lulusan selama dua tahun kampanye. Pada hari wisuda, kaos oblong, pin, permainan papan, buku komik, video, poster, tas, dan gelang tangan dipamerkan semuanya.

Delapan Orang Lulus dari Program Rare Pride di Amerika Latin

“Jika tak mencintainya — Anda tak akan mengurusinya,” demikian diekspresikan oleh Yazmin Yesenia Benitez Partida, saat mengingat kembali tujuan dibalik rampungnya program kampanye Pride baru-baru ini. Yazmin, yang bekerja untuk Komisi Nasional Meksiko untuk Kawasan Lindung Alam (Mexico’s National Commission on Natural Protected Areas atau CONANP) di El Vizcaino, Baja California, adalah satu dari delapan mitra Rare yang berdedikasi yang baru-baru ini lulus dari Program Pride Rare yang berlangsung selama dua tahun.

Upacara pembukaan telah dilakukan pada bulan Juni lalu di Mexico City.

Mitra Pride di seluruh Amerika Latin mengetahui bahwa alat-alat bantu untuk mengubah sikap dan perilaku adalah sangat penting, saat komunitas konservasi berlomba untuk mengurangi banyaknya ancaman terhadap keanekaragaman hayati. Rare menyediakan alat-alat bantu ini, bersama dengan pelatihan yang mendalam dan dukungan teknik pada saat mitra lokalnya meluncurkan kampanye pemasaran sosial Pride yang berlangsung selama dua tahun. Kedelapan lulusan baru di Amerika Latin ini kini bergabung dengan lebih dari 100 organisasi alumni di seluruh dunia, yang terus melanjutkan penggunaan rangkaian alat bantu Pride untuk penjangkauan masyarakat walaupun kampanye awal mereka telah lama berakhir.

Yazmin dan rekan-rekannya sesama manajer kampanye mengawali perjalanan ini dua tahun lalu di Universitas Guadalajara, tempat diadakannya pelatihan bahasa Spanyol dari Rare. Setelah kembali ke lokasi mereka masing-masing, mereka dan organisasi mereka menggunakan semua alat bantu, mulai dari maskot, rapat di balai kota, stiker bumper mobil, dan lagu-lagu pop sampai pelatihan mengenai kehidupan alternatif dan teknologi baru untuk memberdayakan perilaku yang lebih ramah lingkungan. Tujuan mereka? Membangun etika lingkungan yang kekal di dalam komunitas mereka, mendorong masyarakat untuk menyatukan konservasi ke dalam rutinitas sehari-hari mereka – dan pada akhirnya, meraih Kebanggaan (Pride) yang didapatkan dari keberhasilan dalam mengurangi berbagai macam ancaman terhadap warisan alam mereka.

 “Visi asli saya adalah untuk mengadakan kampanye Pride di setiap kawasan lindung di Meksiko,” kata Ernesto Enkerlin Hoeflich, Presiden National Park Service (CONANP) Meksiko dan mitra kerja Rare untuk enam dari delapan kampanye yang telah selesai dilakukan.  “Tetapi sekarang saya ingin mengadakan kampanye di tiap kota di seluruh negeri.”   CONANP adalah mitra lama Rare Pride dan secara resmi telah menerapkan metodologi Pride ke dalam Rencana Strategisnya untuk tahun anggaran 2007-2012.

Pada upacara di Mexico City, para mitra kerja mempresentasikan hal-hal pokok dari kampanye mereka masing-masing, serta latar belakang program Pride kepada para hadirin yang terdiri dari para pejabat CONANP, wakil-wakil dari pers Meksiko, dan anggota-anggota komunitas konservasi lainnya.

Enkerlin berbicara pada acara wisuda, bersama dengan Presiden dan Direktur Utama Rare Brett Jenks; Ramon Cuevas, dekan dari Universitas Guadalajara; Dirjen CONANP, Divisi Komunikasi dan Budaya Konservasi Marco Sanchez Lira ; serta kedelapan mitra yang baru lulus..

Lira menekankan ukuran dan dampak dari kerja para lulusan baru.  “Pendidikan adalah bagian yang terpenting dalam usaha konservasi dan CONANP berminat untuk menerapkan metode-metode Pride secara permanen di semua kawasan lindung di seluruh penjuru Meksiko..  Saya yakin Pride dan CONANP bekerja untuk tujuan yang sama.  Mereka bekerja bersama masyarakat dan untuk masyarakat.”

Mitra-mitra Rare telah mencapai bermacam-macam hasil akhir yang mengesankan.  Pada saat Yazmin memulai kampanye, misalnya, hanya 9 persen anak-anak sekolah yang mengetahui tentang masalah air di daerah setempat dan mempromosikan praktik-praktik konservasiair di cagar alam. Angka itu telah naik menjadi 49 persen pada akhir kampanye.  Anak-anak adalah masa depan konservasi, dan sekarang El Vizcaino memiliki seluruh generasi baru sebagai pembela lingkungan hidup. Mitra lulusan lainnya membentuk aliansi dengan departemen pendidikan untuk membuat kurikulum belajar sekolah yang memusatkan perhatian pada kampanyenya tentang masalah air agar dapat diajarkan di sekolah-sekolah sampai tahun 2011.  Sebuah pusat daur ulang juga telah didirikan oleh masyarakat di daerah asal salah seorang lulusan, dengan maksud untuk mengurangi polusi limbah, dan selain itu di tempat yang lain telah dikembangkan system irigasi berkesinambungan guna meningkatkan konservasi air.

Upacara wisuda telah dirancang sedemikian rupa untuk melibatkan para hadirin dengan cara yang serupa dengan cara kampanye Pride melibatkan masyarakat. Dengan menggunakan gambar-gambar proyeknya sebagai latar belakang, Martin Castillo Paniagua, dari Mexico’s Parque Nacional Lagunas Montebello mempertunjukkan kembali presentasi program kampanye sekolahnya, yang bertujuan untuk membangkitkan ketertarikan anak-anak untuk melakukan daur ulang dan memelihara lingkungan. Dengan menarik dan penuh kharisma, Martin mengikutsertakan Enkerlin dan Jenks ke dalam bagian presentasinya, dengan menarik mereka berdua ke depan hadirin untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang apa yang dapat mereka lakukan dalam usaha melindungi lingkungan, persis seperti apa yang dia lakukan dengan anak-anak di tempat asalnya..

Apa yang dilakukan Martin membuat hadirin tertawa, tetapi Edda Gonzalez del Castillo, penyelia Martin, telah mengenal cara kerjanya dan mengetahui dampak serius yang dapat Martin ciptakan dari presentasinya.  “Setelah kampanye kami selesai, saya dapat melihat perbedaan yang besar. Sekarang masyarakat mengerti mengapa mereka perlu memelihara taman. Mereka membersihkan sampah-sampah setelah taman dipakai, dan mereka juga mengerti mengapa hal itu penting untuk dilakukan. Secara emosional Martin sangat terkait dengan taman nasional. Untuk alasan inilah dia mengilhami masyarakat. Saat berbicara dengan dia, Anda dapat merasakannya.” 

Salvador Garcia, mantan manajer kampanye Pride dari Manantlan, Meksiko, yang memiliki tingkat kharisma yang sama tingginya dengan Martin, juga ikut hadir di upacara wisuda. Salvador telah menjadi mentor Pride bagi begitu banyak lulusan dari Amerika Latin dan dia memahami tantangan dan penghargaannya.  “Ketika seseorang percaya pada sesuatu, tak menjadi masalah halangan-halangan apa yang harus mereka lalui,” kata Garcia.  “Contohnya di wisuda ini. Kedelapan manajer kampanye ini telah melalui begitu banyak halangan… terkadang mereka tak punya uang, tak ada mobil, tak ada relawan, dan sebagainya, Walaupun demikian mereka tetap tabah…saya bangga dengan mereka semua, dan saya tahu mereka akan terus menerapkan metodologi yang telah dipelajari.” 

Kedelapan manajer kampanye ini menerima sertifikat tanda lulus atas nama organisasi mereka, yang diberikan langsung  oleh Enkerlin and Jenks.
Enkerlin menyatakan bahwa, “Kampanye Pride sebaiknya tidak boleh ada permulaan atau akhir, melainkan sesuatu yang permanen. Saya akan terus mendukung kampanye Pride, karena hasil yang diberikannya kepada kita.” Semua mitra-mitra lulusan akan menjadi anggota dari jaringan alumni global Rare, yang menawarkan dukungan yang berkelanjutan demi mempertahankan kelangsungan dampak kampanye.

Jenks menutup upacara wisuda dengan ucapan yang ditujukan kepada setiap organisasi mitra dan proyek kerja yang telah dicapai.  “Anda melakukan hal yang paling penting di dunia,” kata Jenks, “yaitu mengubah perilaku manusia. Kita punya begitu banyak strategi untuk konservasi alam, namun salah satu perbedaan yang utama adalah fokus pada perubahan perilaku manusia.”